English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Senin, 23 Juli 2012

Ucapan Selamat Hari Anak Nasional


Senin (23/7/2012) bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional di Indonesia. Topik seputar perayaan tersebut pun terlihat menonjol di linimasa Twitter. Jaring percakapan Salingsilang.com mencatat kata kunci ‘Hari Anak’ dan ‘Anak Nasional’ di lima besar tren percakapan linimasa.

Perayaan ini diperingati di Indonesia berdasar pada Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 44/1984 tentang Hari Anak Nasional. Pada tahun 2012, perayaan ini mengambil tema “Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak”.

Tren Hari Anak Nasional di Salingsilang.com (23/7/2012) Tema ini menjadi penting untuk dibahas, apalagi terkait dengan isu-isu pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia. Contoh persoalan semisal laporan Unicef yang menyebut 2,5 juta orang anak Sulawesi Selatan berada di luar sekolah, seperti dilansir dari kompas.com.

Berikut ini beberapa komentar tweeps seputar perayaan Hari Anak Nasional:
Perlakukan anak anda & anak2 di sekitar kita sepenuh cinta. Gurat karakter dgn menjadi teladan bagi mereka. Slmt hari anak nasional!
– Helvy Tiana Rosa‏ (@helvy), 8.16 AM - 23 Jul
Selamat Hari Anak Nasional....tahun ini mengambil tema "Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak"....
– Puskomblik Kemenkes‏ (@puskomdepkes), 7.38 AM - 23 Jul
Selamat Hari Anak Nasional. Anak bkn miniatur org dewasa. Penuhi haknya. Anak yg tumbuh & berkembang dgn baik indikator keluarga yg berhasil
– Dirga Sakti Rambe‏ (@dirgarambe), 7.03 AM - 23 Jul
Selamat Hari Anak Nasional, semoga semakin banyak permainan, tayangan dan lagu untuk anak-anak Indonesia. :)
– kendis nandya salim‏ (@kendisns), 9.08 AM - 23 Jul
selamat hari anak nasional , semoga tidak ada anak2 yang dewasa sebelum waktunya gara2 sinetron, boyband , dsb . nikmati masa mudamu nak
– Singgih Satya Widada‏ (@singgihsatyaw), 9.07 AM - 23 Jul
Di linimasa sendiri percakapan seputar anak-anak memang kerap menjadi perhatian tweeps. Bahkan beberapa pernah meluas menjadi gerakan, di antaranya bisa dilihat lewat artikel “Berbagi Buku untuk Anak Indonesia Timur via #SatuBukuSatuSaudara” dan “Drive Books Not Cars untuk Pendidikan Anak Indonesia”. Tentu kita juga berharap Twitter bisa kembali menjadi wadah untuk berdiskusi dan berusaha menyelesaikan persoalan-persoalan anak-anak Indonesia.
Sumber foto: swatt-online.com
Grafik Hari Anak Nasional - Salingsilang.com (23/7/2012)

Cinta Satu Malam


cinta-satu-malam
Aku memang tidak mengerti apa itu cinta, yang aku tahu cinta itu Ayah dan Ibu. Puluhan tahun membina rumah tangga mampu melewati berbagai cobaan, bertengar setiap hari tapi masih mampu bertahan. Mungkin demi aku dan kakak-kakak ku. Tapi bukan itu yang aku masalahkan.

CINTA satu kata yang sulit banget aku pelajarin. 18 tahun hidup dan aku belum menemukan Cinta. Sampai kapan? Aku sudah capek tahu!! Kenapa Tuhan kenapa yang lain boleh mengecap manisnya cinta sedangkan aku TIDAK? Kapan Tuhan kapan aku bisa bahagia dengan CINTA?

19 Juli 2012 sekitar jam 2 siang. Saat itu aku lagi kesepian banget. Facebook-an sudah biasa, Twitter belum banyak temen, aku inisiatif aja buka Google+ yang nggak pernah aku buka. Mulailah dari situ aku kenalan sama seorang cowok yg mengaku juga baru pertama kali buka Google+.

Lama chatingan timbulah rasa-rasa itu. Akhirnya kita lanjutin deh lewat Hp. Dari situ aku semakin yakin bahwa dialah semua jawaban ku atas pertanyaan selama ini. Aku bahagia banget akhirnya aku dapet juga cowok yg pas dihati.

Yaah mungkin emang nasibku aja kali ya. Nggak tau kenapa dia nggak bales sms ku lagi. Aku nggak putus asa aku sms tiga kali tapi tetap nggak ada balesan dari dia.

Malam itu akhirnya aku terlelap juga dengan menggenggap Hp aku terus memanjatkan doa bahwa esok ketika aku membuka mata ada satu pesan masuk di handphone ku. Matahari mengintip dari balik jendela. Udara pagi menembus kulitku, memaksaku untuk bangun dari mimpi yang indah.

Aku gugup melihat layar Hp-ku. Ada satu pesan masuk! Aku langsung berdiri dari kasur dengan semangat aku baca sms itu. Jiaaah!! Aku seketika langsung ambruk lagi di kasur. Ternyata sms itu bukan dari dia. Ada yg aneh sama dia. Aku ingin tahu kenapa sebabnya. Langsung aja aku buka laptop dan aku buka Fb-nya.

HUAAAAAAAAA! Rasanya ada kilat yang menyambar kakiku. Hingga aku lemas seketika.Tanganku juga seketika mendingin sedingin es. Tak terasa air mata menguntip di sudut mata kecilku. Tak pernah aku sangka ternyata dia baru berpacaran dengan seorang gadis lain. BUKAN AKU! Aku yang berharap jadi kekasihnya!!

Tapi aku wanita kuat! Aku nggak mau nangis cuma gara-gara cowok yang baru aku kenal. Meskipun dalam hati aku sangat bahagia ketika mengenalnya dan bahkan sempat berpikir dia lah jawaban atas semua ke-galauanku.

Terima kasih aja deh buat kamu :)


Alasan Mengapa Lembaga Non-Profit Perlu Pengelola Media Sosial




Lembaga non-profit, selama ini sangat dekat dengan istilah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), atau Non Government Organization (NGO). Para pengelola organisasi macam ini memang berbeda dengan lembaga profit pada umumnya, tetapi dalam hal pemanfaatan media komunikasi untuk kampanye, rasanya tidak banyak yang berbeda.

Media sosial, terutama sangat bermanfaat bagi lembaga-lembaga non-profit, karena selain "murah" – paling tidak biaya produksinya – juga bisa menjangkau khalayak luas, terutama mereka yang memiliki akses ke internet.

Di Indonesia, negara yang termasuk pengguna media sosial terbesar di dunia, bisa memanfaatkan media sosial untuk mencapai tujuan lembaga non-profit.

Tetapi mengelola media sosial, misalnya akun di Twitter, Facebook, Google+, atau blog, membutuhkan tim yang bekerja khusus, karena interaksi merupakan hal terpenting. Menjaga agar interaksi bisa terus terjadi, membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak mungkin dilakukan sambil lalu.

Dalam sebuah artikel lama di blog nonprofitorgs.wordpress.com, disarankan agar lembaga non-profit memanfaatkan tenaga pengelola media sosial khusus, apapun sebutannya. Ada yang menyebut dengan istilah social media manager, new media manager, atau digital media manager.

Mengapa perlu mengalokasikan tenaga khusus untuk itu? Mereka kemukakan 5 alasan di baliknya:

1. Kesuksesan pemanfaatan media sosial membutuhkan investasi waktu yang cukup.
Agar bisa dimanfaatkan dengan baik, lembaga-lembaga non-profit perlu hadir di beberapa kanal media sosial, dan secara aktif berbagi di kanal-kanal tersebut. Saat ini banyak sekali kanal yang bisa dimanfaatkan, misalnya Instagram atau Pinterest untuk berbagi foto/gambar, kemudian ada Youtube atau Vimeo untuk berbagi video, belum lagi beberapa kanal blog.

Untuk bisa memanfaatkan kanal-kanal tersebut, tentu membutuhkan tim pembuat konten dan yang akan mengelola penyebaran serta interaksinya di media sosial. Dan untuk ini, pasti membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Dengan mengalokasikan tenaga khusus untuk mengerjakan hal ini, sama dengan berinvestasi dengan waktu secara efisien.

2. Seorang pengelola media sosial yang baik perlu memiliki pengalaman berkomunikasi dan penggalangan dana.
Meski lebih banyak bekerja dengan para sukarelawan, tetapi mereka ini perlu mendapat pengalaman dan keterampilan yang cukup dalam hal mengelola konten untuk media yang diproduksi lembaga non-profit. Tanpa kemampuan menulis yang baik, mempublikasikan newsletter elektronik, atau mengelola kegiatan penggalangan dana secara online, belum tentu mereka bisa menjalankan strategi lembaga di media sosial.

Tim yang akan bekerja sebagai pengelola media sosial, harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, ditambah memiliki kemampuan menjadi penggalang dana yang meyakinkan. Menurut beberapa pengalaman, kemampuan pengelola kampanye di media sosial bisa menentukan capaian pendanaan bagi lembaga non-profit. Dengan kemampuan berkomunikasi dan penggalangan dana yang baik, maka capaian komunikasinya tidak sekedar menyebarkan isu, tetapi juga bisa menggalang dukungan.

3. Media sosial itu tidak benar-benar gratis.
Meski untuk memiliki akun di media sosial populer tidak memerlukan dana khusus, tetapi untuk memproduksi konten yang bagus, tidaklah murah. Mengalokasikan waktu untuk membuat foto-foto yang menarik, atau poster digital yang tertata letak dengan baik, membutuhkan keterampilan khusus.

Untuk bisa mengelola media sosial dengan baik, lembaga non-profit perlu berinvestasi dengan tenaga perancang grafis yang terampil. Kalau tenaga profesional terlalu mahal, sebenarnya banyak di antara mereka yang bisa bekerja pro-bono, secara gratis, untuk membantu lembaga non-profit mengerjakan materi grafis mereka.

Perlu waktu dan upaya tersendiri untuk bisa merekrut tenaga-tenaga profesional seperti ini, untuk mengerjakan avatas yang bagus di akun media sosial, atau merancang tampilan blog yang menarik pengunjung. Tanpa tampilan yang meyakinkan, bagaimana mungkin bisa menarik pendukung, apalagi untuk bisa menggalang dana.

Idealnya, seorang pengelola media sosial adalah mereka yang memiliki kemampuan dasar dalam merancang grafis, dan cukup memahami tentang teknologi HTML yang biasa digunakan di blog. Dengan kemampuan ini, mereka dapat berbuat banyak untuk kampanye lembaga non-profit di media sosial.

4. Daftar pekerjaan yang berlebihan bisa berakibat buruk pada strategi di media sosial.
Seringkali, karena alasan kekurangan personil, lembaga non-profit terpaksa melipatgandakan jenis pekerjaan yang harus ditanggung oleh seorang staf-nya. Untuk mengurusi media sosial, dimana informasi bisa mengalir dalam waktu nyata (real time), akan sulit bagi seorang staf yang harus bertanggung jawab pula untuk urusan lain.

Daftar pekerjaan untuk mengelola media sosial itu sendiri sudah cukup panjang dan membutuhkan waktu, jika ditambah dengan jenis pekerjaan lain, maka upaya yang dilakukan di media sosial tidak bisa optimal. Interaksi bisa terbengkalai, update informasi terkini bisa terlambat, dan produksi konten yang membutuhkan waktu bisa terus-terusan terlambat.

Terkait butir pertama mengenai investasi waktu, dengan tenaga yang cukup dapat mengefisiensikan pengalokasian waktunya untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan terkait produksi konten di media sosial.

5. Hanya yang mampu mengelola dengan baik akan bertahan.
Anggaran yang terbatas memang menjadi tantangan bagi semua lembaga non-profit, tetapi yakinlah bahwa media sosial bisa menjadi senjata ampuh di masa datang. Masa depan komunikasi dan penggalangan lembaga non-profit bisa disandarkan pada dunia digital, terutama media sosial dan komunikasi melalui peranti bergerak.

Membangun komunitas pendukung bagi lembaga non-profit membutuhkan waktu yang panjang. Mumpung tren peranti bergerak dan media sosial sedang dimulai, maka berinvestasi harus dilakukan dari sekarang untuk menghadapi era itu. Tanpa adaptasi yang tepat, dimungkinkan tak akan bisa bertahan ketika era ini datang.

Bayangkan teknologi digital yang akan mengubah banyak hal, misalnya donasi online, yang memanfaatkan "uang digital", beberapa layanan sudah mulai bergerak ke arah sana. Generasi millenials yang akan menguasai dunia digital di masa depan, akan semakin fasih menggunakan teknologi digital, dan tanpa kemampuan untuk eksis di sana, lembaga non-profit akan ketinggalan.

Gambar: socialmediadudes.com
Artikel : http://salingsilang.com/

Jumat, 20 Juli 2012

10 Awesome Music Jewelry Boxes

Ketika saya masih kecil, Musik Box dengan peri kecil di tengah adalah salah satu favorit saya. Saya selalu bertanya-tanya karakter berputar kecil dan melodi indah yang berasal dari kotak kecil. Dan hari ini, kabinet game dirancang hanya untuk anak-anak tetapi untuk UPS tumbuh juga.

Selain gaya kartun, tetapi juga dalam kombinasi dengan perhiasan, atau bekerja sebagai bagian yg tak ada bandingannya dari dekorasi. Oleh karena itu, jika Anda mencoba untuk menemukan ide hadiah unik, yang indah untuk mata dan telinga antusiasme, posting ini adalah untuk Anda. Lihat!

Victorian Gramaphone Floral Music Box



Louis Comfort Tiffany Music Box



Tinker Bell Egg Porcelain Music Box



Butterfly Silver Music Box



Small Crystal Piano Music Box



Disney Tinker Bell’s Cottage Music Box



Turtle Music Box



Studio Ghibli Music Box



Spirits Of Love Music Box



Red Egg Music Box


Project X (2012)



Quote:

Project X (2012) EXTENDED 720p BluRay X264-AMIABLE
Comedy | 4.38 GB


IMDB Url:
Code:
http://www.imdb.com/title/tt1636826/

Title: Project X (2012)
Tagline: You are invited
Genre(s): Comedy
Rating: 6.6/10 from 33,998 users.
PEGI: Rated R for crude and sexual content throughout, nudity, drugs, drinking, pervasive language, reckless behavior and mayhem - all involving teens (also extended cut)

Description
Directed by Nima Nourizadeh. With Thomas Mann, Oliver Cooper, Jonathan Daniel Brown, Dax Flame. 3 high school seniors throw a birthday party to make a name for themselves. As the night progresses, things spiral out of control as word of the party spreads.

Storyline
Three seemingly anonymous high school seniors attempt to finally make a name for themselves. Their idea is innocent enough - let's throw a party that no one will forget, and have a camera there, to document history in the making. But nothing could prepare them for this party. Word spreads quickly as dreams are ruined, records are blemished and legendsare born.

RELEASE iNFO:

Date .....: 31st May 2012
Runtime ..: 01:33:00
Video ....: 1280x720 (X264 23.976fps)
Audio ....: DTS 1509k
Source ...: Retail Blu-Ray
Lang .....: English
Subs .....: English / French / Spanish / Portuguse

Screenshot:

 




Code:

http://extabit.com/file/28e2ege8o9sj2/px2012.rar 


For other news, visit my profile! Update daily!